Ada kesalahan di dalam gadget ini

Siapakah Calon Bupati Tuban 2011 - 2015?

Rabu, 10 Juni 2009

92 Hektare Terumbu Karang di Tuban Rusak

Tuban - Ikan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Tuban terus menurun. Pasalnya, ikan yang ada di laut jumlahnya semakin menipis. Selain akibat polusi industri, menipisnya populasi ikan di perairan Tuban terutama disebabkan rusaknya terumbu karang.

Menurut catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tuban, dari 154,75 hektare terumbu karang yang ada diperairan Tuban, sekitar 92,48 hektar atau 60 persen di antaranya sudah rusak.

R Supriadi Agus Djaja, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tuban mengatakan, kerusakan paling parah ada pada terumbu karang di wilayah Kecamatan Palang. “Dari semua kerusakan yang ada, paling parah adalah kerusakan di daerah Palang dan Kecamatan Jenu,” Ungkapnya, Senin (11/5). Dengan kondisi tersebut, wajar jika selama ini hasil tangkapan nelayan terus mengalami penurunan. “Kalau rumahnya sudah rusak, wajar sekali jika ikanya tidak ada. Dan kalau ikan sudah tidak ada, terus apa yang bisa diambil oleh para nelayan,” ujarnya.

Dikatakan, kerusakan ini disebabkan oleh perilaku buruk para nelayan sendiri. Terutama mereka yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, seperti bom bondet, jaring harimau dan sebagainya. “Nelayan masih banyak yang menggunakan bom ikan untuk mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak. Padahal, perilaku itu yang akan merugikan mereka sendiri dalam kurun waktu yang sangat lama,” sambungnya.

Lebih lanjut Supriadi mengatakan bahwa Tuban sebenarnya termasuk daerah potensial untuk ikan tangkapan. Sumber daya ikan tangkapan mencapai 3,2 ton per kapal. Namun, potensi tersebut akan terus menyusut jika terumbu karang yang rusak tidak segera diremajakan. Saat ini sekitar 91,5 unit terumbu karang buatan ditanam di perairan Kecamatan Palang dan Kecamatan Jenu untuk memulihkan kerusakan yang telah terjadi. Diperkirakan, dalam waktu 4-5 tahun ke depan, 20 persen kerusakan terumbu karang sudah bisa dipulihkan.

Terpisah, Anthon Tri Laksana, Kepala Seksi Eksplorasi dan Eksploitasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tuban menyebutkan, pemulihan terumbu karang sangat vital untuk meningkatkan popiulasi ikan. Terumbu karang juga berfungsi sebagai pereduksi arus dan gelombang.

Anthon mengakui, tidak mudah mengembalikan populasi ikan dengan peremajaan terumbu karang seperti itu. Kesadaran nelayan sendiri dinilai masih kurang, sehingga proyek yang bertujuan untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka itu, justru kurang begitu mendapat dukungan. Banyak unit terumbu karang buatan yang ditanam rusak terkena alat penangkap ikan. Bahkan sebagiannya lagi hilang dicuri.

“Memberi pengertian kepada nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan juga bukan merupakan hal yang mudah. Sebab sebagian besar nelayan belum memiliki perahu sendiri. Mereka kebanyakan melaut menggunakan perahu milik juragan perahu dengan model bagi hasil,” katanya.

By: st31
Sumber: www.suryaonline.or.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Video

Loading...